13 Ciri Kehamilan yang Bermasalah – tips Deteksi dan Pencegahan

shares

Kehamilan menjadi hal yang paling ditunggu oleh semua pasangan. saat Asterik Asterik kehamilan muncul di minggu awal maka semua pasangan akan merasa sangat gembira. Kehamilan berarti bahwa keluarga akan kedatangan tamu lucu yaitu bayi yang mirip seperti ayah dan ibunya. Semua tentu mengharapkan bayi akan sehat dan kehamilan berjalan lancar hingga proses persalinan. Namun masalah kehamilan Bisa datang kapan aja dan membuat ibu hamil merasa sangat khawatir.



Ibu yang baru hamil mungkin akan merasa panik saat menyadari ada masalah selama kehamilan dan mencoba untuk bertemu dokter sesegera mungkin. Berikut ini merupakan beberapa ciri kehamilan yang bermasalah dan wajib diwaspadai.

1. Pendarahan (Trimester Pertama)

Pendarahan Bisa menjadi masalah kehamilan yang sangat serius. Kehamilan yang muncul di trimester pertama Bisa mengancam nyawa ibu sekaligus janin dalam kandungan. Ibu yang menemui kehamilan sangat parah sebaiknya wajib menemui dokter yang merawat. Beberapa gejala pendarahan yang sangat buruk seperti sakit perut bawah yang kuat seperti sakit perut bawah saat menstruasi dan kram perut hingga menyebabkan pinsan. Pendarahan seperti ini Bisa menjadi Asterik kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik terjadi saat sel telur dibuah di luar rahim. Kondisi ini sangat berbahaya di karenakan Bisa mengancam nyawa ibu hamil.

2. Pendarahan (Trimester Kedua)

Ibu hamil juga Bisa menghadapi pendarahan di trimester kedua. Pendarahan ini biasanya juga disertai dengan rasa sakit perut, kram perut bahkan sakit kepala. Pendarahan di trimester kedua biasanya Herbi dengan resiko keguguran. Ada berbagai penyebab keguguran di ibu hamil yang sudah masuk ke trimester kedua termasuk masalah kesehatan dan kondisi fisik yang lemah. Inspeksi sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi kehamilan dan bila Bisa mencegah keguguran.

3. Pendarahan (Trimester Ketiga)

Pendarahan juga Bisa terjadi di kehamilan yang sudah memasuki usia trimester ketiga. Pendarahan biasanya diawali dengan gejala sakit perut yang parah, kram, demam dan kondisi tubuh yang tak nyaman. Pendarahan Bisa dikarenakan di karenakan plasenta mungkin sudah terlepas dari rahim atau perkembangan janin yang tak sempurna. Ini kondisi kehamilan yang sangat serius di karenakan Bisa menyebabkan ibu dan janin meninggal Global. Semua jenis pendarahan Bisa menyebabkan kondisi yang berbahaya untuk semua trimester kehamilan.

4. Mual dan Muntah yang Parah

Mual dan muntah umumnya sangat wajar dialami oleh ibu hamil yang masuk di trimester pertama. Kondisi ini sangat wajar dan sering disebut dengan morning sickness meskipun tak selalu terjadi di pagi hari. Namun saat ibu hamil menghadapi kondisi yang sangat serius saat sama sekali tak Bisa makan atau minum. Ibu hamil Bisa menemui dehidrasi, anemia, kekurangan nutrisi dan kematian. Nutrisi ibu hamil sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Inspeksi sangat diperlukan untuk mengetahui apakah ada kelainan di janin dan kesehatan ibu. Ibu hamil Bisa menjalankan beberapa tips mengatasi mual saat hamil muda tanpa obat.

5. Gerakan Bayi Terasa Menurun

Janin yang sudah memasuki trimester ketiga umumnya sudah Bisa menimbulkan berbagai gerakan yang Bisa dirasakan oleh ibu. saat gerakan bayi terasa menurun atau sudah mulai jarang maka kondisi ini Bisa menjadi Asterik yang berbahaya. Untuk memeriksa kondisi ini maka ibu disarankan untuk makan atau minum setelah itu duduk. bila bayi terlihat tak menendang atau diam aja maka Genjah lakukan Inspeksi ke dokter terdekat. Masalah bayi tak Dinamis dalam rahim Bisa menjadi serius di karenakan mungkin bayi meninggal atau menemui masalah kesehatan yang serius.

6. Kontraksi di Trimester Ketiga Awal

Berhubung ibu hamil sudah masuk ke trimester ketiga maka Bisa merasakan gejala perubahan yang sering terjadi. Masalah yang paling sering terjadi merupakan kontraksi di awal trimester ketiga. Kontraksi Bisa menjadi pertanda bayi akan lahir atau kelahiran prematur. Kontraksi yang teratur dan terjadi setiap 10 menit sekali wajib mendapatkan Inspeksi dokter. Dokter biasanya akan mempertimbangkan apakah bayi wajib dilahirkan lebih awal  atau masih Bisa dipertahankan hingga waktunya. Umur dan berat bayi yang belum mencapai target sangat rendah dengan masalah kesehatan saat sudah dilahirkan. Dokter Bisa menyarankan untuk menunggu hingga waktu lahir, melahirkan normal dengan induksi atau operasi caesar.

7. Pecah Air Ketuban

Pecah air ketuban paling sering dialami oleh ibu yang sudah masuk ke trimester ketiga. Kondisi ini sangat rentan di karenakan bayi Bisa aja minum air ketuban dan menyebabkan keracunan. Bahaya bayi minum air ketuban saat lahir Bisa jauh lebih buruk untuk bayi. Hal yang paling sering terjadi merupakan bahwa ibu tak menyadari ciri ciri air ketuban pecah / merembes. Mereka mengira air ketuban tersebut air kencing. Namun bila tekanan di kandung kemih terjadi terus menerus maka Bisa menyebabkan air ketuban sudah pecah. Tindakan dokter sangat diperlukan untuk menangani masalah ini.

8. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi juga Bisa terjadi di ibu hamil. Kondisi ini ditandai dengan sakit kepala yang berat, sakit kepala terus menerus, kaki bengkak, sakit perut, Etos mata kabur dan terjadi pembengkakan. Semua gejala ini merujuk di preklampsia yaitu suatu penyakit komplikasi kehamilan yang sangat serius. Preklamsia wajib mendapatkan perawatan yang sangat hati-hati dari dokter untuk menyelamatkan bayi dan ibu hamil.

9. Kram Perut Parah

Ibu hamil biasanya akan menemui kram perut namun dan dianggap sebagai hal yang sangat wajar. Namun bila kram perut muncul dengan cara terus menerus dan menyebabkan sakit serta gejala lain seperti demam, menggigil, dan suhu tubuh terus meningkat maka kram ini Bisa menjadi pertanda dari kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik Bisa menyebabkan kondisi yang sangat serius di karenakan sel telur Bisa pecah, merusak tuba falopi dan penyebaran infeksi ke semua bagian tubuh. Kondisi ini Bisa menyebabkan kematian untuk ibu hamil. Kram perut yang bermasalah sangat jelas bedanya dengan Asterik Asterik akan melahirkan dalam waktu dekat.

10. Diabetes (Kadar Gula Darah Tinggi)

Ibu hamil juga sangat rentan terkena diabetes yaitu jenis diabetes gestasional terutama ibu hamil yang menemui obesitas. Bahaya obesitas untuk ibu hamil wajib diwaspadai. Ini merupakan diabetes yang Eksklusif menyerang ibu hamil. Kadar gula darah Lebih Bisa menyebabkan ibu hamil menemui komplikasi kehamilan yang serius termasuk semua bahaya diabetes saat hamil. Bahkan kehamilan Bisa menyebabkan resiko untuk bayi seperti bayi yang terlahir dengan ukuran yang besar dan resiko diabetes untuk bayi. Bahkan ibu hamil yang menemui diabetes gestasional di masa kehamilan Bisa terkena diabetes tipe 2 setelah melahirkan.

11. Cairan Ketuban Terlalu Sedikit (Oligohidramnion)

Ketuban sangat penting untuk ibu hamil dan janin yang ada dalam rahim. Ketuban berfungsi untuk melindungi janin dan mendukung perkembangan janin itu sendiri. saat dalam kehamilan ditemukan cairan ketuban yang terlalu sedikit maka Bisa menyebabkan masalah terutama di saat sudah masuk ke trimester ketiga. Kelainan yang disebut dengan oligohidramnion sangat rentan di karenakan Bisa merusak pertumbuhan janin dan menyebabkan kelahiran prematur. Resiko kelahiran prematur Bisa menyebabkan masalah kesehatan di janin dan ibu hamil.

12. Keputihan Terus Menerus

Keputihan saat hamil memang dianggap sangat wajar. Masalah ini sangat Generik dan membuat semua ibu hamil merasa khawatir. saat ibu hamil masuk ke trimester pertama maka leher rahim dan dinding vagina akan menjadi lebih lembut. Hal ini membuat banyak cairan yang keluar untuk membantu mencegah infeksi bakteri atau sumber penyakit lain masuk ke rahim lewat vagina. saat sudah masuk ke trimester ketiga maka keputihan biasanya akan berkurang seiring dengan penekanan di bagian kantung kemih. Namun keputihan Bisa menjadi kondisi yang sangat serius bila disertai dengan beberapa Asterik seperti keputihan mempunyai warna hijau atau kuning kebiruan, bau yang sangat menyengat seperti bau busuk dan terasa sakit di bagian vagina hingga pinggul. Bahaya keputihan untuk ibu hamil sudah wajib dicegah sejak awal kehamilan.

13. Plasenta Previa

Plasenta membantu janin mendapatkan asupan nutrisi dan Boga yang terhubung dengan cara langsung dengan ibu. saat plasenta tak Bisa menyalurkan Boga dan nutrisi dengan bagus maka janin Bisa menemui Anemia nutrisi, cacat lahir dan bahkan kematian. Kelainan plasenta previa terjadi saat letak plasenta sangat rendah dan bahkan membuat leher rahim tertutup oleh plasenta itu sendiri. Kelainan ini awalnya sama sekali tak menyebabkan gejala atau ciri Eksklusif di awal kehamilan. Namun saat masuk trimester ketiga maka Bisa menyebabkan pendarahan yang berat dan ibu juga terancam bahaya melahirkan bayi sungsang. Pendarahan Bisa menjadi Asterik komplikasi yang sangat serius termasuk mengancam nyawa janin dan ibu. Resiko keguguran juga Bisa terjadi di ibu hamil yang menemui plasenta previa.

Tips Deteksi Kehamilan Bermasalah

  1. Inspeksi panggul : Inspeksi panggul hanya akan dilakukan oleh dokter kandungan dan kebidanan. Inspeksi akan dilakukan untuk melihat kondisi luar dari bagian vagina (melihat luka, bengkak atau bercak merah), bagian dalam organ reproduksi seperti melihat kondisi dinding vagina, leher rahim, dan saluran tuba falopi. Inspeksi ini akan dilakukan oleh dokter untuk semua kelainan dengan ciri pendarahan, keputihan, dan kram perut.
  2. USG : Inspeksi yang dilakukan dengan memakai perlengkapan ultra sonogram ini memakai jenis gelombang suara yang berfrekuensi tinggi. Inspeksi Bisa membantu melihat kondisi janin, gambar janin, kondisi rahim dan bahkan masalah kehamilan seperti plasenta previa dan kehamilan ektopik. USG juga penting untuk melihat perkembangan ukuran janin, berat badan dan mengevaluasi detak jantung.
  3. Inspeksi darah: Inspeksi darah sangat diperlukan untuk beberapa masalah kehamilan seperti diabetes gestasional, infeksi, keputihan, pendarahan, dan kehamilan ektopik. Inspeksi darah digunakan untuk melihat hormon kehamilan, kadar gula darah, kemungkinan keracunan, kemungkinan infeksi dari bakteri dan berbagai penyakit yang Bisa terjadi di ibu hamil termasuk HIV/AIDS.
  4. Inspeksi jaringan janin : Inspeksi ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan janin. Inspeksi ini untuk mengetahui penyebab pendarahan, plasenta previa hingga keputihan.
  5. MRI : merupakan Inspeksi dengan memakai perlengkapan magnetic resonance image yang berfungsi untuk melihat kondisi rahim dan gambar janin yang lebih lengkap dan jelas dibandingkan dengan metode USG. Inspeksi ini hanya berdasarkan rekomendasi oleh dokter seperti untuk melihat letak planseta di plasenta previa, kehamilan ektopik dan hamil anggur.

Tips Mencegah Kehamilan Bermasalah

  1. Merawat penyakit yang sudah ada sebelum kehamilan terjadi. untuk seorang wanita sangat penting untuk melihat masalah kesehatan yang terjadi di tubuh sebelum kehamilan. Beberapa kondis kesehatan yang wajib diperhatikan seperti masalah tekanan darah tinggi, masalah jantung, penyakit ginjal, resiko diabetes dan penyakit yang menyebabkan masalah kekebalan tubuh seperti lupus. Perawatan Bisa membantu mengurangi resiko masalah kehamilan di masa yang akan datang.
  2. Inspeksi kesehatan organ reproduksi sangat penting dilakukan untuk mengetahui kesehatan reproduksi dan mencapai kehamilan yang sehat. Inspeksi Bisa dilakukan di dokter ahli kandungan dan kebidanan dengan metode USG, Inspeksi darah, Inspeksi kromosom dan jenis Inspeksi penunjang lain.
  3. Selalu menjalankan Inspeksi dengan cara teratur saat sudah dinyatakan hamil. Inspeksi sangat penting untuk menjaga supaya pertumbuhan janin dan kesehatan ibu hamil Bisa dipantau oleh dokter. Inspeksi juga Bisa mengetahui masalah kehamilan yang masih Bisa dicegah.
  4. Konsumsi Boga yang sehat seperti Boga yang mengandung kalori sesuai kebutuhan tubuh, mengandung protein untuk perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil serta mengurangi asupan garam. Boga yang sehat Bisa membantu ibu hamil akan tetap sehat dan bayi lahir sehat.
  5. menjalankan latihan ringan dengan cara rutin sesuai dengan petunjuk dari dokter yang merawat. Latihan Bisa diperlukan untuk mengatasi komplikasi dan mempersiapkan kelahiran dengan cara normal.
  6. Mencukupi semua kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil termasuk dengan sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, susu dan sumber nutrisi lain.

Masalah kehamilan masih Bisa dicegah dengan bagus dan kehamilan dipersiapkan dengan cara matang oleh pasangan. di karenakan itu penting untuk melihat semua gejala masalah kehamilan dan Genjah menemui dokter yang merawat sesegera mungkin.

Related Posts