6 Peran dan Tanggung jawab Bidan dalam Masa Nifas Setelah Melahirkan

shares

6 Peran dan Tanggung jawab Bidan dalam Masa Nifas Setelah Melahirkan − Bidan adalah salah satu profesi yang amat sangat penting bagi proses persalinan dari seorang ibu selain dokter. Bidan membantu para ibu hamil ketika akan melahirkan anaknya, sehingga bayi tersebut bisa lahir secara normal. Sebagai profesi yang banyak dibutuhkan orang, maka tentu saja bidan memiliki banyak tanggung jawab dan juga peran yang sangat penting baik bagi bayi yang baru lahir, maupun bagi orangtua, terutama ibu yang baru saja menjalani proses persalinan. Tanggung jawab tersebut bisa berupa dukungan secara moril bagi ibu atau dukungan informatif, sehingga sang ibu, dan juga ayah bisa memahami hal hal apa saja yang harus dilakukan selama mengasuh anaknya yang baru lahir. Salah satu masa-masa atau periode yang cukup penting setelah kelahiran adalah masa nifas.



Masa nifas atau yang juga dalam istilah kedokteran disebut sebagai masa puerperium merupakan masa setelah plasenta dilahirkan dan alat-alat kandungan sudah kembali normal seperti sebelum hamil. Masa nifas ini biasanya terjadi selama kurang lebih 6 minggu. Masa nifas ini sangat penting untuk dihadapi dengan baik, karena apabila tidak dihadapi dengan baik, bisa saja sang ibu mengalami berbagai masalah, seperti sepsis puerpuralis.

Pada masa nifas, bidan memiliki peran dan juga tanggung jawab yang besar untuk memantau kondisi dari ibu, dan juga anak yang baru lahir tentunya. Berikut ini adalah beberapa peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas :

1. Memberikan dukungan kepada ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan ketegangan psikologis yang terjadi selama masa ini berlangsung

Tugas dan juga tanggung jawab dari bidan pada masa nifas yang pertama adalah untuk memberikan dukungan kepada sang ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan juga psikologis. Selama masa nifas, ibu yang baru menjalani persalinan biasanya sering mengalami rasa sakit berupa ketegangan fisik dan pikiran yang membebani. Tugas dari bidan adalah untuk selalu mendukung dan memberikan motivasi kepada sang ibu, agar bisa melewati masa tersebut dengan baik. Membantu ibu agar mampu mengurangi ketegangan-ketegangan yang dirasakan selama masa nifas itu berlangsung.

2. Menjadi promotor atau penghubung antara bayi dengan ibunya dan keluarganya

Bidan juga memiliki tugas yang penting untuk menjadi seorang promotor. Ini berarti bidan juga memiliki tugas dan juga tanggung jawab yang berperan sangat penting untuk mendekatkan hubungan antara bayi dengan ibunya dan dengan keluarganya. Hal ini nantinya akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan komunikasi sosial dan interpersonal antara bayi, dengan lingkungan sekitarnya, termasuk meningkatkan hubungan ibu dan anak.

3. Mendorong dan juga memotivasi sang ibu untuk menyusui bayinya

Saat ini, masih ada ibu yang mungkin merasa takut untuk menyusui anaknya, karena bayak hal. Maka dari itu, bidan sangat berperan penting dalam hal ini. Bidan dituntut untuk mampu mendorong dan memotivasi sang ibu agar dapat memberikan ASI kepada anaknya yang baru lahir, sekaligus memberikan informasi kepada sang ibu mengenai fakta dan juga mitos yang sering muncul di kalangan masyarakat mengenai program ASI yang diberikan kepada anak.

4. Mampu menyusun sebuah program perencanaan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu dan anaknya

Bidan dituntut untuk mampu bertanggung jawab dan juga berperan dalam menyusun rencana dan juga rancangan program kesehatan bagi ibu dan juga bayinya, terutama selama masa nifas. Hal ini dilakukan untuk membantu menghindari terjadinya berbagai macam komplikasi, yang dapat menyebabkan kondisi kesehatan si ibu menjadi menurun. Karena itu, bidan harus mampu untuk menyusun rancangan program kesehatan, mulai dari asupan gizi yang baik dan optimal, hingga kegiatan fisik, seperti olahraga yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh sang ibu.

5. Mendeteksi adanya komplikasi dan gangguan kesehatan lain dan memberikan rujukan

Bidan pada masa nifas juga memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan rujukan kesehatan kepada ibu. Bidan dituntut mampu untuk mendeteksi gangguan kesehatan yang mungkin muncul pada ibu dan membantu untuk mencarikan solusinya. Salah satunya adalah dengan cara memberikan rujukan ke dokter atau tenaga medis lainnya yang lebih berpengalaman dan juga lebih paham akan kondisi kesehatan yang dialami selama masa nifas setelah melahirkan.

6. Memberikan edukasi mengenai kesehatan, serta cara hidup sehat yang mendukung pertumbuhan sang bayi

Penting bagi bidan, terutama dalam masa nifas untuk memberikan edukasi kepada ibu, dan juga keluarga mengenai kesehatan, gaya hidup sehat, yang tentu saja dapat mendukung perkembangan bayi. Bidan harus memahami bagaimana cara hidup sehat yang baik dan benar dan harus mampu untuk memberikan edukasi kepada ibu  dan ayah, agar dapat mendukung kebutuhan dari sang bayi.

Related Posts